Studi Penilaian untuk Intervensi Keuangan Inklusif

Monday, 06/02/2017SurveyMETER

causes

SurveyMETER atas kerja sama Mandiri Institute melakukan Studi Penilaian untuk Intervensi Keuangan Inklusif atau Survei Keuangan Inklusif. Studi dilakukan di beberapa desa di Kabupaten Malang (Jawa Timur) dan Bantaeng (Sulawesi Selatan). Secara keseluruhan waktu studi dilaksanakan mulai Desember 2016 hingga Maret 2017. Sementara pengumpulan data lapangan sudah dilaksanakan mulai 26 Januari lalu hingga 5 Februari kemarin.  

Studi ini dimaksudkan untuk melakukan penilaian intervensi kebijakan seperti apa yang bisa memperluas akses terhadap layanan keuangan, khususnya bagi kelompok yang belum pernah tersentuh layanan keuangan (unbankable group). Selain itu, studi ini juga menghasilkan usulan intervensi lebih lanjut bagi masyarakat yang selama ini telah mengenal satu atau dua layanan keuangan agar bisa lebih meningkatkan pemanfaatan instrumen keuangan modern.

Seperti diketahui pemerintah telah meluncurkan sejumlah program untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, seperti Program Tabunganku, Layanan Digital (LKD), Laku Pandai, Simpanan Pelajar dan Laku Mikro. Dalam waktu dekat, pemerintah juga berencana untuk meluncurkan program Kantor Pos Bank, memanfaatkan jaringan Kantor Pos Indonesia yang menjangkau seluruh pelosok, sampai ke daerah-daerah terpencil.

Pilot FGD di Kulon Progo, 21 Desember 2016Dengan beberapa instrumen yang telah diluncurkan, diperlukan evaluasi untuk menilai instrumen mana yang paling efisien untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Apakah satu instrumen cukup atau diperlukan beberapa instrumen secara simultan untuk melayani masyarakat yang belum tersentuh layanan bank dengan berbagai karakteristik dan berada di berbagai tempat berbeda secara efisien.

Secara spesifik studi ini bertujuan untuk mengetahui metode yang paling efisien untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dengan tersedianya berbagai instrumen dari pemerintah. Pelaksanaan studi ini didasarkan pada perlunya dilakukan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan dan bagaimana sebaik-baiknya pelayanan diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Hasil dari studi ini bisa menjadi landasan bagi studi-studi selanjutnya tentang perilaku ekonomi mereka.

Metodologi studi menggunakan mix method, gabungan kuantitatif dan kualitatif. Studi kuantitatif dilakukan dengan mewawancarai rumah tangga sampel yang tinggal di desa terpilih. Total jumlah sampel rumah tangga yang diwawancarai adalah 200-300 rumah tangga. Pada tiap rumah tangga sampel diwawancarai satu anggota rumah tangga yang paling mengetahui (biasa mengurusi) keuangan rumah tangga. Studi kualitatif dilakukan dengan dengan metode Focus Group Discussion (FGD). (JF)