SurveyMETER, Cita Sehat Foundation, dan Rumah Zakat Beraudiensi dengan Bupati Bantul

Saturday, 21/10/2017Bantul,Yogyakarta

causes

Jumat (20/10/2017) kemarin, SurveyMETER bersama dengan Cita Sehat Foundation dan Rumah Zakat melakukan audiensi dengan Bupati Bantul, Drs H Suharsono. Bupati menerima audiensi di ruang kerjanya, di Kantor Bupati, Jalan RWolter Monginsidi, Bantul.

Ketiga lembaga tersebut memaparkan kegiatan masing-masing berkaitan dengan program kelanjutusiaan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bantul. Di sela paparannya ketiga lembaga meminta dukungan dan sinergi program bersama dari Bupati dan dinas/lembaga pemerintahan terkait dalam mengembangkan program kegiatan ke depan yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul.

Pada kesempatan tersebut Bupati Bantul didampingi dinas dan lembaga terkait di leingkungan pemerintahan kabupeten Bantul di anataranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PKK Kabupaten Bantul, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Pada kesempatan tersebut, Dwi Endah MPH (Senior Manager Cita Sehat Foundation) dan Warnitis (Rumah Zakat) memaparkan satu kegiatan kemitraan keduanya dalam upaya mewujudkan komunitas ramah lansia yaitu program Indonesia Ramah Lansia (IRL). Di Bantul IRL memiliki dua program yaitu Pelayanan berkesianmbungan (meliputi 8 program: pojok demensia, gathering posbindu & grup sosialita, bebersih rumah lansia, remaja & anak cinta lansia, klub hipertensi & DM, I love you mbah, kebun gizi, dan spiritual grup lansia) dan Perawatan jangka panjang (meliputi: home care, sekolah lansia, advokasi jaminan kesehatan, relawan lansia, care giver training, ambulance ramah lansia, klinik ramah lansia, dan bantuan kesehatan). Cita Sehat Foundation dan Rumah Zakat juga memiliki program pembinaan dusun ramah lansia yang sudah berjalan di 5 dusun yang berada di 3 kecamatan di Kabupaten Bantul.

Sementara paparan kegiatan SurveyMETER yang disampaikan oleh Bondan Sikoki MA (pendiri dan Pembina SurveyMETER) menyinggung sekilas penelitian asesmen kota ramah lanjut usia tahun 2013 sebagai salah satu fokus dari penelitian di bidang kesehatan. Hasil studi yang salah satu sampelnya Kota Yogyakarta tersebut menunjukkan indeks kota ramah lanjut usia masih di bawah 50% atau masih jauh dari kategori ramah lanjut usia. Hasil studi tersebut menjadi acuan beberapa kota sampel dalam menyusun program kebijakan terkait serta menjasi salah satu rujukan Kementerian Sosial dalam menerbitkan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lanjut Usia sebagai upaya untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak lansia.

Selanjutnya Bondan memaparkan beberapa kegiatan penelitian dan pendampingan yang dilakukan di Kabupaten Bantul yang terinspirasi oleh hasil studi di atas yaitu Studi Posyandu Lansia di Kabupaten Bantul; Pendampingan Kelanjutusiaan di Dusun Watugedug, Guwosari, Pajangan; Beasiswa Siswa SMK yang terlibat dalam kegiatan Posyandu Lansia; dan Program Cerita Kehidupan di 7 sekolah (3 SD, 2 SMP, 1 SMA, 1 SMK) di Kecamatan Pajangan.

Hasil studi posyandu lansia menunjukan bahwa partisipasi lansia laki-laki sangat rendah dalam kegiatan posyandu lansia karena persoalan yang cukup kompleks dalam hal cara pandang, kader lansia, menu kegiatan posyandu, dan pendanaan. Program Cerita Kehidupan di 7 sekolah dilaksanakan sebagai satu upaya SurveyMETER dalam mewujudkan komunitas ramah lansia di sekolah dan kalangan remaja. Sementara kegiatan pendampingan di Dusun Watugedug telah berjalan dalam 2 tahun terakhir dan sekarang kegiatan dapat berjalan secara mandiri. Pendampingan kemudian dialihkan ke Dusun Iroyudan di desa yang sama. Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini, di Dusun Watugedug dilaksanakan Program Beasiswa Siswa SMK sebagai upaya untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan Posyandu Lansia.

Bupati Bantul, Suharsono, menyambut baik upaya tiga lembaga dalam mewujudkan masyarakat dan kabupaten ramah lanjut usia. Bupati memerintahkan dinas/lembaga yang hadir untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan ketiga lembaga dalam melaksanakan program terkait. Suharsono menyampaikan dirinya sekarang berusia 61 tahun, selepas pensiun dari tugas di kepolisian beberapa tahun lalau, sudah menunjukkan kepedulian terhadap komunitas lanjut usia dengan mendirikan paguyuban orang tua pencinta kesehatan dan olah raga “Sumeleh” di tempat tinggalnya, di Kecamatan Sewon. Menurutnya, kini ia harus peduli untuk lansia se-Kabupaten Bantul. Salah satu terobosannya yang sedang dilaksanakan adalah menata jalan raya dan kawasan sekitarnya di ibukota Bantul sebagai wujud penataan ruang terbuka. Nantinya di kawasan tersebut akan dilaksanakan program car free day yang bisa dinikmati semua komunitas termasuk lansia. Bupati menganggarkan 5 juta per minggu untuk menjamu semua komunitas yang berkegiatan saat car free day.

Sementara dinas/lembaga terkait memaparkan bebrapa program kegiatan terkait pembinaan lansia juga sudah dilaksanakan seperti jaminan kesehatan khusus lansia, jaminan sosial lansia, Puskesmas Santun Lansia dan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang beberapa di antaranya mendapatkan prestasi nasional. (JF)