Komunitas Ramah Lanjut Usia Audiensi dengan Pemprov DKI Jakarta

Monday,09/01/2017Jakarta

causes

Pada Kamis (05/01/2016) lalu SurveyMETER sebagai penggagas gerakan Komunitas Ramah Lanjut Usia melakukan audiensi dengan Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB di Ruang Rapat 1 Biro Kesejahteraan Sosial Blok G Lantai 19 Komplek Balai Kota Jakarta.

Audiensi dari penggagas gerakan, Dr Ni Wayan Suriastini yang juga sebagai Direktur Eksekutif SurveyMETER bersama staf Tri Rahayu, diterima oleh Fatahillah selaku Asisten Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Sekda Pemprov DKI Jakarta. Selain Fatahilllah turut serta juga puluhan pejabat dan staf yang terkait dengan program pelayanan bidang kelanjutusiaan yaitu dari Bappeda, Biro Kesos (Kesejahteraan Sosial), BLU TransJakarta, UPK Monas, DPPAPP, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, bergabung di Dinas Kehutanan, Dinas Bina Marga, Biro PKLH, Dinas Perhubungan, Taman Margasatwa Ragunan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Cipta Karya.

Dalam kegiatan Fatahillah menyampaikan bahwa Biro Kesos mendapatkan mandat dari Plt. Gubernur DKI Jakarta untuk memimpin rapat audiensi ini. Fatahillah juga mengharapkan studi tentang kota ramah lanjuut usia yang telah dilakukan dapat mendorong Jakarta menjadi lebih ramah lanjut usia. Dengan kegiatan ini bisa diketahui upaya-upaya yang dilakukan oleh dinas terkait, apakah masih ada kekurangan, apakah masih banyak yang perlu diperbaiki, sehingga hasil dari kegiatan ini bagus untuk masukan pogram mendatang.

Sementara paparan Wayan Suriastini menyampaikan hasil studi Kota Ramah Lanjut Usia tahun 2013, Studi Episode Deklarasi Jakarta Sebagai Kota Ramah Demensia dan Ramah Lanjut Usia oleh Gubernur DKI Jakarta pada 11 September 2015, serta kelanjutan dari dua studi tersebut yaitu Studi Manfaat dan Biaya Kebijakan Menuju Kota Ramah Lansia 2016-2017.

Menanggapi hasil studi, terutama hasil dari dimensi partisipasi sipil dan pekerjaan yang masih merah, Fatahillah mengungkapkan di DKI Jakarta sudah ada rencana berdasar usulan dari DPRD bahwa lanjut usia akan mendapat bantuan uang tunai sebesar 1 juta per bulan. Tetapi berdasar hasil penelitian ini lansia perlu aktif, perlu ada kesempatan untuk bekerja, senang dengan berkarya karena dengan berkarya lansia menjadi lebih sehat, serta pemberian pelatihan mendukung maka usulan pemberian bantuan tunai kepada lansia tersebut perlu dikaji ulang.

Menurut Wayan Suriastini, berdasar hasil Studi Episode Deklarasi Jakarta Sebagai Kota Ramah Demensia dan Ramah Lanjut Usia, Jakarta merupakan pioner dalam mewujudkan kota ramah lansia. Pemprov DKI membangun kemitraan dengan NGO untuk mendorong terwujudnya Jakarta kota ramah lansia. Jakarta sudah cukup baik, contohnya pada indikator gedung dan ruang terbuka dan kesehatan (semua lansia bebas biaya pelayanan kesehatan) yang bisa menjadi contoh best practise untuk kota-kota lainnya. Sejak deklarasi Jakarta kota ramah demensia dan lanjut usia, banyak perkembangan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta seperti pembangunan RPTRA yang banyak, Transjakarta yang memberikan pelayanan gratis untuk lansia, ada pasukan ungu yang membantu lansia, trotoar yang ramah lansia dan disabilitas.

Tanggapan dari SKPD yang turut dalam audiensi hampir seragam. Mereka akan mendukung semua upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan komunitas ramah lanjut usia. Mereka menyadari saat sekarang investasi dalam bidang keramahlanjutusiaan dirasa sangat besar, tetapi untuk jangka panjang manfaat yang dirasakan akan jauh lebih besar. Contoh program kegiatan yang dilakukan dinas social adalah permakanan, panti, pelatihan membikin gelang, sapu, dsb. Taman Monumen Nasional membuat program tiket masuk gratis bagi lanjut usia demikian juga Transjakarta. Di bidang kesehatan DKI Jakarta sudah optimal dengan adanya pergub tentang pembebasan biaya pelayanan kesehatan, gratis untuk semua warga yang punya KTP DKI Jakarta. Kemudian di DPPAPP, sudah membangun banyak RPTRA sampai sekarang sudah 127 RPTRA dari target 1 RW 1 RPTRA. RPTRA dimanfaatkan oleh masyarakat semua usia, dari baru lahir sampai lansia, sebagai ruang terbuka dan juga dimanfaatkan untuk pendidikan. Dinas kehutanan sedah membangun Taman Lansia di Ayodya.

Mengenai kelanjutkan studi kedepan, Biro Kesos mempersilahkan SurveyMETER untuk berkunjung ke tiap SKPD terkait untuk melengkapi data yang diminta. (TR/JF)