Menggugah Lahirnya Kebijakan Kelanjutusiaan: Hasil Studi Demensia Bali 2018


Author : Wayan Suriastini, Yuda Turana, Luh Ketut Suryani, I Wayan Sukadana, Bondan Sikoki, Firman Witoelar, Cokorda Bagus Jaya Lesman, Endra Dwi Mulyanto, Roni Hermoko, I G. A. A. Apsari AnandariWednesday, 18/07/2018SurveyMETER

Provinsi Bali sudah memasuki era struktur penduduk tua di tahun 2017 dengan persentase penduduk lanjut usia mencapai 10,79%. Kondisi tersebut menempatkan Provinsi Bali sebagai daerah dengan jumlah penduduk lanjut usia tertinggi di luar Pulau Jawa. Perbaikan dalam bidang kesehatan, migrasi, angka harapan hidup yang tinggi serta keberhasilan program keluarga berencana ikut berkontribusi dalam peningkatan jumlah pendudukan lanjut usia di Bali. Penomena penuaan penduduk tidak hanya terjadi di Bali tetapi juga terjadi secara nasional dan global. Seiring dengan penuan penduduk penyakit degeneratif seperti demensia juga semakin meningkat. 

Demensia merupakan suatu penyakit dengan serangkaian gejala penurunan fungsi otak seperti daya ingat, emosi, pemecahan masalah, termasuk komunikasi yang sifatnya progresif hingga tidak dapat lagi melakukan aktivitas harian. Pada tahun 2015, World Alzheimer’s Report memperkirakan terdapat 9,9 juta kasus demensia baru setiap tahun di seluruh dunia dan satu kasus baru setiap tiga detik. Biaya ekonomi yang dikeluarkan untuk negara-negara berpenghasilan menengah ke atas, seperti Indonesia, diperkirakan mencapai US$ 2.2 Milyar per tahun. Biaya ini mencakup biaya medis, biaya sosial dan perawat yang tidak formal.

Hingga sebelum akhir tahun 2015, di Indonesia belum tersedia data tentang prevalensi demensia pada tingkat populasi. Studi SurveyMETER di DI Yogyakarta di pengujung tahun 2015 merupakan studi pertama di Indonesia tentang prevalensi demensia pada tingkat populasi dengan sampel bersekala besar. Indonesia sangat memerlukan data prevalensi demensia di provinsi lain untuk perencanaan penanganan demensia pada tingkat lokal maupun nasional.

Studi Demensia di Provinsi Bali yang dilakukan pada Maret-April 2018 bisa menjawab tantangan terhadap kebutuhan terhadap data pada tingkat populasi di luar Jawa. Guna memberikan informasi sekaligus untuk mengetahui kondisi demensia di luar Jawa pada umumnya dan Bali khususnya. Studi dilakukan SurveyMETER bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Suryani Institute, dan Alzheimer Indonesia (ALZI) dengan dukungan dari Knowledge Sector Initiative (KSI). Studi dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali dengan total responden 1.685 lanjut usia di 117 desa/kelurahan. Data kemudian dianalisis berdasarkan faktor-faktor resiko untuk mendukung lahirnya kebijakan kelanjutusiaan di Bali yang mencakup kebijakan orang dengan demensia. Hasil studi yang disajikan dalam Research Brief dapat diunduh di sini