SurveyMETER, Cita Sehat Foundation, dan Rumah Zakat Beraudiensi dengan Bupati Bantul
Sabtu, 21/10/2017Bantul,Yogyakarta
Jumat (20/10/2017) kemarin, SurveyMETER bersama dengan Cita Sehat Foundation dan Rumah Zakat melakukan audiensi dengan Bupati Bantul, Drs H Suharsono. Bupati menerima audiensi di ruang kerjanya, di Kantor Bupati, Jalan RWolter Monginsidi, Bantul.
Ketiga lembaga tersebut memaparkan kegiatan masing-masing berkaitan dengan program kelanjutusiaan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bantul. Di sela paparannya ketiga lembaga meminta dukungan dan sinergi program bersama dari Bupati dan dinas/lembaga pemerintahan terkait dalam mengembangkan program kegiatan ke depan yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul.
Pada kesempatan tersebut Bupati Bantul didampingi dinas dan lembaga terkait di leingkungan pemerintahan kabupeten Bantul di anataranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PKK Kabupaten Bantul, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Pada kesempatan tersebut, Dwi Endah MPH (Senior Manager Cita Sehat Foundation) dan Warnitis (Rumah Zakat) memaparkan satu kegiatan kemitraan keduanya dalam upaya mewujudkan komunitas ramah lansia yaitu program Indonesia Ramah Lansia (IRL). Di Bantul IRL memiliki dua program yaitu Pelayanan berkesianmbungan (meliputi 8 program: pojok demensia, gathering posbindu & grup sosialita, bebersih rumah lansia, remaja & anak cinta lansia, klub hipertensi & DM, I love you mbah, kebun gizi, dan spiritual grup lansia) dan Perawatan jangka panjang (meliputi: home care, sekolah lansia, advokasi jaminan kesehatan, relawan lansia, care giver training, ambulance ramah lansia, klinik ramah lansia, dan bantuan kesehatan). Cita Sehat Foundation dan Rumah Zakat juga memiliki program pembinaan dusun ramah lansia yang sudah berjalan di 5 dusun yang berada di 3 kecamatan di Kabupaten Bantul.
Sementara paparan kegiatan SurveyMETER yang disampaikan oleh Bondan Sikoki MA (pendiri dan Pembina SurveyMETER) menyinggung sekilas penelitian asesmen kota ramah lanjut usia tahun 2013 sebagai salah satu fokus dari penelitian di bidang kesehatan. Hasil studi yang salah satu sampelnya Kota Yogyakarta tersebut menunjukkan indeks kota ramah lanjut usia masih di bawah 50% atau masih jauh dari kategori ramah lanjut usia. Hasil studi tersebut menjadi acuan beberapa kota sampel dalam menyusun program kebijakan terkait serta menjasi salah satu rujukan Kementerian Sosial dalam menerbitkan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lanjut Usia sebagai upaya untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak lansia.
Selanjutnya Bondan memaparkan beberapa kegiatan penelitian dan pendampingan yang dilakukan di Kabupaten Bantul yang terinspirasi oleh hasil studi di atas yaitu Studi Posyandu Lansia di Kabupaten Bantul; Pendampingan Kelanjutusiaan di Dusun Watugedug, Guwosari, Pajangan; Beasiswa Siswa SMK yang terlibat dalam kegiatan Posyandu Lansia; dan Program Cerita Kehidupan di 7 sekolah (3 SD, 2 SMP, 1 SMA, 1 SMK) di Kecamatan Pajangan.
Hasil studi posyandu lansia menunjukan bahwa partisipasi lansia laki-laki sangat rendah dalam kegiatan posyandu lansia karena persoalan yang cukup kompleks dalam hal cara pandang, kader lansia, menu kegiatan posyandu, dan pendanaan. Program Cerita Kehidupan di 7 sekolah dilaksanakan sebagai satu upaya SurveyMETER dalam mewujudkan komunitas ramah lansia di sekolah dan kalangan remaja. Sementara kegiatan pendampingan di Dusun Watugedug telah berjalan dalam 2 tahun terakhir dan sekarang kegiatan dapat berjalan secara mandiri. Pendampingan kemudian dialihkan ke Dusun Iroyudan di desa yang sama. Pada tahun pelajaran 2017/2018 ini, di Dusun Watugedug dilaksanakan Program Beasiswa Siswa SMK sebagai upaya untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan Posyandu Lansia.
Bupati Bantul, Suharsono, menyambut baik upaya tiga lembaga dalam mewujudkan masyarakat dan kabupaten ramah lanjut usia. Bupati memerintahkan dinas/lembaga yang hadir untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan ketiga lembaga dalam melaksanakan program terkait. Suharsono menyampaikan dirinya sekarang berusia 61 tahun, selepas pensiun dari tugas di kepolisian beberapa tahun lalau, sudah menunjukkan kepedulian terhadap komunitas lanjut usia dengan mendirikan paguyuban orang tua pencinta kesehatan dan olah raga “Sumeleh” di tempat tinggalnya, di Kecamatan Sewon. Menurutnya, kini ia harus peduli untuk lansia se-Kabupaten Bantul. Salah satu terobosannya yang sedang dilaksanakan adalah menata jalan raya dan kawasan sekitarnya di ibukota Bantul sebagai wujud penataan ruang terbuka. Nantinya di kawasan tersebut akan dilaksanakan program car free day yang bisa dinikmati semua komunitas termasuk lansia. Bupati menganggarkan 5 juta per minggu untuk menjamu semua komunitas yang berkegiatan saat car free day.
Sementara dinas/lembaga terkait memaparkan bebrapa program kegiatan terkait pembinaan lansia juga sudah dilaksanakan seperti jaminan kesehatan khusus lansia, jaminan sosial lansia, Puskesmas Santun Lansia dan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang beberapa di antaranya mendapatkan prestasi nasional. (JF)
Beasiswa untuk Keterlibatan Generasi Muda dalam Program Kelanjutusiaan
Jumat, 18/08/2017Guwosari, Pajangan, Bantul

SurveyMETER has been carrying out mentoring programs for the elderly in Watugedug Hamlet, Guwosari Village, Pajangan, Bantul since 2014. Initiated by cadres of elderly assistants currently consisting of 8 women, various activities have been carried out independently such as elderly gymnastics, homecare, gifts for the bedridden, self-financed posyandu to carry out activities, additional food subsidy, data recording related to elderly measurement results, blood pressure measurement, cadre counseling, regeneration, and so on. Unfortunately, there was no involvement of the younger generation during the activity.
Coming in 2017, a new breakthrough was initiated by SurveyMETER to encourage the involvement of the younger generation in assisting the elderly in the hamlet, namely through the Scholarship Program for Vocational High School (SMK) students from Watugedug hamlet who are committed to being actively involved in retirement activities there. The scholarships are given as long as they study for 3 years. It is expected that in the future, they could become successors and represent the young generation of the hamlet to be actively involved in elderly programs.
The selection of prospective scholarship awardees commenced with an administrative selection (only students who were interested in continuing their studies at a vocational senior high school / SMK) carried out in November 2016. Furthermore, on August 17, 2017, the 7 prospective awardees who had actually registered at the SMK were selected naturally to be involved in the elderly gymnastics’ events. It was in series with the commemoration of the 72nd Independence Day of the Republic of Indonesia in Watugedug hamlet.
They were introduced to some simple tasks of activities such as assisting the elderly posyandu cadres in directing the elderly gymnastics participants, picking up (if necessary) for the elderly who live far away, helping with health checks (blood pressure), preparing additional food, and so on.
And above all the introduction stages, the most important thing is the effort to motivate them to be active in productive activities (organizations) while caring for the surrounding environment. (TPA/JF)
Komunitas Ramah Lanjut Usia Audiensi dengan Pemprov DKI Jakarta
SurveyMETER as the initiator of the elderly-friendly community movement attended a formal hearing with the DKI Jakarta Provincial Government that took place on Thursday, January 5, 2016, at 09.00-11.00 a.m. in Meeting Room 1 of the Social Welfare Bureau, Blok G 19th Floor, Jakarta City Hall Complex.
Pelatihan Pijat Tradisional Anti Kepikunan
Senin, 14/11/2016Guwosari, Pajangan, Bantul
Melanjutkan kegiatan pendampingan kelanjutuisaan di Dusun Watugedug, Guwosari, Pajangan, Bantul SurveyMETER memfasilitasi pelatihan“Pelatihan Pijat Tradisional Jawa untuk Memperbaiki Kepikunan Warga Lanjut Usia” untuk kader pendamping lanjut. Pelatihan dilaksanakan Minggu (13/11/2016) kemarin di rumah Kepala Dusun Watugedug. Selain diikuti oleh 7 kader, pelatihan kali ini juga diikuti oleh seorang pra-lansia laki-laki yang aktif mengikuti senam dan posyandu lansia.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader pendamping lanjut usia untuk memiliki skil melakukan pijat tradisional Jawa yang dapat diterapkan saat berkunjung ke lansia bedridden sasaran homecare. Pada kesempatan tersebut Direktur Eksekutif SurveyMETER, Dr Ni Wayan Suriastini M.Phil, turut hadir dan terlibat secara langsung pelatihan dari awal hingga akhir. Pemateri pelatihan adalah Ibu Yanti dan Ibu Rini, dua kader lansia binaan Yakkum Emergency Unit (YEU) dari Ngentak Sapen, Sleman. Keduanya merupakan kader pendamping lansia yang telah terlatih di dusunnya.
Pelatihan satu kali pertemuan itu berlangsung waktu sekitar 1,5 jam. Pemateri terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai pijat tradisional Jawa secara keseluruhan kemudian langsung dilakukan praktek langsung. Setelah itu semua peserta pelatihan melakukan praktek pijat secara bergantian dengan pengawasan langsung dari pemateri.
Pijat Jawa merupakan teknik pijat yang dilakukan secra turun temurun dan tradisional di masyarakat Jawa. Teknik pijat tradisional Jawa anti kepikunan ini diawali dengan pijat relaksasi di 3 titik yaitu: Raden Panji (betis kiri dan kanan), Boyok (pinggang sebelah kiri dan kanan tulang belakang), dan Cengel (kuduk sebelah kiri dan kanan). Masing-masing titik dipijat selama 2 menit.
Setelah itu mulai terapi menekan dengan memakai teknik pijat bervariasi selama 3 menit pada 8 titik secara berurutan. Yaitu Ngisor pongol (antara tulang ibu jari dan dan tulang telunjuk jarikaki kiri dan kanan), Ngisor Kemiri (terrletak pada bagian bawah mata kaki kiri dan kanan), Raden Panji (betis kiri dan kanan), Boyok (pinggang sebelah kiri dan kanan tulang belakang), Cengel (Pada kuduk sebelah kiri dan kanan), Pokping (bawah tulang telinga kiri kanan,untuk melenyapkan kepusingan, bludreg, masuk angin dan kurang tidur), Pilingan (pelipis kiri dan kanan), Embun-embun (ubun-ubun kepala).
Selain bermanfaat untuk mengurangi kepikunan, pijat tersebut juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, meredakan ketegangan otot dan pikiran, dan meningkatkan nafsu makan. (TPA/JF)
Bertukar Pengetahuan Pemberdayaan Lansia dengan CSF Bantul
Minggu, 22/11/2015Bantul, DIY
Jumat (20/11/2015) lalu, SurveyMETER berkunjung ke Cita Sehat Foundation (CSF) Bantul di Jalan Parangtritis Km. 10 Yogyakarta. CSF Bantul adalah organisasi pemberdayaan kesehatan di Indonesia yang salah satu bidangnya adalah pendampingan kelompok lansia. Kunjungan ini dilakukan oleh Direktur Eksekutif SurveyMETER, Dr Ni Wayan Suriastini M.Phil, didampingi penulis buku tentang Alzheimer dan Demensia “Ketika Ibu Melupakanku”, Dian Purnomo.
Tujuan kunjungan SurveyMETER ini untuk tukar pengetahuan dalam bidang pendampingan lansia. Di mana CSF telah 2 tahun ini melakukan pendampingan lansia di salah satu dusun di Desa Pleret Kabupaten Bantul. Kunjungan ini diterima oleh Regional Head CSF, Dwi Endah Kurniasih, SKM. Pada kegiatan ini dilakukan juga kunjungan langsung ke dusun dampingan untuk bertemu kader kesehatan dan lansia sasaran program home visit.
Program kegiatan yang telah dilakukan CSF dalam pendampingan lansia antara lain: Posyandu lansia, Club hipertensi, Club diabetus, Home visit, Kebun gizi, dan Sedekah sampah untuk pendanaan kegiatan kelanjutusiaan di dusun ini. Beberapa program CSF ini akan diterapkan di desa dampingan SurveyMETER, Desa Guwosari, Pajangan, Kabupaten Bantul. CSF juga akan mengikutsertakan kader lansia dampingan SurveyMETER dari desa tersebut pada pelatihan kader mendatang. (TPA/JF)
Program Pendampingan Lanjut Usia 2015
Selasa, 05/05/2015Bantul, DIY

Program Kegiatan Pendampingan Desa dari SurveyMETER berlanjut di tahun 2015. Tahun 2015 ini program ini fokus dalam pendampingan masalah lanjut usia di Dusun Watugedug Desa Guwosari. Program kegiatan ini diselenggarakan secara independen dan mandiri. Tahun 2013-2014 program ini mendampingi masalah sistem administrasi desa, pelayanan publik dasar (PAUD), dan penyusunan profil desa, dan kelompok lanjut usia di Desa Guwosari dan Desa Jatimulyo atas suport dari Knowledge Sector Initiative (KSI).
Kegiatan pendampingan lanjut usia di Dusun Watugedug difokuskan kepada pendampingan kapasitas sumber daya kader pendamping. Kegiatan pendampingan dimulai dengan pelatihan senam lansia untuk kader pendamping lansia Dusun Watugedug pada 05 April 2015. Harapannya setelah mengikuti pelatihan para kader bisa memimpin lansia untuk senam. Pada kegiatan awal ini lansia sekaligus langsung dilibatkan. Para lansia merasa senang karena selain bisa berkumpul dengan lansia yang lain, mereka juga mendapatkan manfaatnya secara langsung karena merasakan badan lebih enak dan segar setelah mengikuti senam. Program senam lansia ini diagendakan sebulan sekali berbarengan dengan pelaksanaan posyandu lansia.
Kegiatan berikutnya pada 28 April 2015 dilakukan sosialisasi dan advokasi dari SurveyMETER kepada pemerintah Desa Guwosari sekaligus pemberian materi tambahan kepada para kader pendamping lansia Dusun Watugedug. Pada kesempatan ini SM menghadirkan Bapak Sudiman M.Pd.I dari Orsos Melati Sleman untuk melakukan advokasi kepada staf desa dan kader pendamping lansia. Pihak desa menyambut dengan baik kegiatan ini. Pada kesempatan ini SurveyMETER memberikan bantuan 3 unit tensimeter kepada kader pendamping lansia Dusun Watugedug.
Program kegiatan lainnya adalah kunjungan “homecare” yang dilakukan kader pendamping lansia untuk lansia yang bedridden atau yang sudah tidak mampu mandiri beraktivitas. Tim kader dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing memiliki lansia binaan berdasarkan wilayah untuk dikunjungi. Pada saat homecare kader melakukan beberapa kegiatan seperti memberikan bingkisan makanan, ikut membersihkan rumah lansia jika diperlukan, melakukan pengukuran tekanan darah, dan yang tidak kalah penting mendengarkan mereka bercerita. Rata-rata lansia ini merasa kesepian sehingga memerlukan teman bicara atau hanya sekedar mendengarkan cerita mereka saja. Kegiatan ini sudah mulai dilakukan pada 03 Mei 2015 dan rutin dilakukan dua minggu sekali. (TPA/JF)
Kegiatan Akhir Tahun Pendampingan Desa Jatimulyo
Rabu, 08/01/2014Jatimulyo, Dlingo, Bantul

Beragam kegiatan dilaksanakan Tim Pendampingan Desa dari SurveyMETER di Desa Jatimulyo dan Desa Guwosari menutup kalender kegiatan pendampingan tahun 2013. Di Desa Jatimulyo kegiatan penutup tahun diisi dengan cara “Gebyar PAUD Ceria” pada 25 Desember 2013 lalu. Acara yang digelar di pendopo Desa Jatimulyo ini diikuti oleh seluruh PAUD se-Desa Jatimulyo yang terdiri kelompok bermain (KB) dan satuan PAUD sejenis (SPS).
Acara dari awal hingga berakhir tengah hari berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat ceria bersama di halaman pendopo Desa Jatimulyo. Setelah sarapan pagi bersama, rangkaian acara selanjutnya adalah perlombaan sejumlah permainan edukatif, penampilan seni dan kreativitas anak. Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba dan penyerahan doorprize kenang-kenangan bagi peserta seluruh didik PAUD yang mengikuti kegiatan. Penyelenggaraan acara, hadiah, dan doorprize, semuanya dari SurveyMETER.(JF)
Kegiatan Akhir Tahun Pendampingan Desa Guwosari
Rabu, 08/01/2014Guwosari, Pajangan, Bantul

Di Desa Guwosari kegiatan penutup tahun Tim Pendampingan Desa dari SurveyMETER diisi dengan dua kegiatan dalam sehari yaitu tanggal 26 Desember 2013. Kedua kegiatan ini digelar di kompleks Balai Desa Guwosari Kecamatan Pajangan, Bantul.
Kegiatan pertama adalah “Pelatihan Pembelajaran dan Penataan Lingkungan PAUD” yang diikuti oleh 12 PAUD Desa Guwosari. Materi pelatihan kembali disampaikan ekspert ke-PAUD-an Yogyakarta yaitu Ibu Dra Kis Rahayu sebagai pimpinan PAUD Unggulan Aisyiah Ngampilan dan dosen pendidikan PAUD Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Meskipun kegiatan ini digelar sehari penuh dari pagi hingga menjelang sore hari, tetapi semua peserta antusias karena memperoleh materi pelatihan yang berbeda dengan sebelumnya.
Pelatihan ini seolah merupakan bonus penutup dari rangkaian 8 pertemuan pelatihan Training Of Trainers (TOT) mengenai Edukasi Nutrisi bagi 3 komponen PAUD yaitu pendidik PAUD, orang tua, dan anak peserta didik PAUD se-Desa Guwosari, yang disampaikan One Earth Integral Education Foundation.
Kegiatan kedua adalah “Pelatihan Pengumpulan Data Dasar Keluarga untuk Profil Desa Guwosari” untuk profil tahun 2014. Pelatihan ini diikuti oleh masing pengurus pedukuhan se-Desa Guwosari serta 30-an muda-mudi dari Karang Taruna Desa Guwosari. Kegiatan berlangsung dari sore hingga malam hari. Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Edy Purwanto MSc dari SurveyMETER.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti sub program pendampingan penyusunan profil desa secara online dalam program PRODESKEL Kemendagri yang telah dilakukan SurveyMETER di desa ini. Paska kegiatan pelatihan ini pihak Desa Guwosari dengan didampingi SurveyMETER akan melanjutkan penyusunan profil desa 2014 secara mandiri dengan melibatkan 2 hingga 3 orang muda-mudi dari Karang Taruna di masing-masing dusun sebagai petugas pengumpul data lapangan. Untuk efektivitas proses pengumpuln data ini, para petugas akan masuk pada kegiatan pertemuan-pertemuan masyarakat yang ada di dusunnya dengan membagikan form data dasar keluarga. Selanjutnya mereka akan melakukan training singkat kepada masyarakat mengenai cara pengisiannya sehingga masyarakat dapat mengisinya sendiri.
Inovasi penyusunan Podeskel dengan melibatkan kalangan muda-mudi ini, juga untuk melihat perbandingan efektifitas proses pengumpulan data keluarga dimana pada tahun-tahun sebelumnya melibatkan kader posyandu setiap dusun.(JF)
Program Pendampingan PAUD di Desa Guwosari
Senin, 21/10/2013Guwosari, Pajangan, Bantul
Upaya Edukasi Nutrisi di Lingkungan PAUD
Seperti diinformasikan beberapa bulan kebelakang (baca; Program Pendampingan Desa) fokus pendampingan SurveyMETER terhadap Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo dan Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul adalah pendampingan desa untuk membantu memfasilitasi, mengenali, dan mengembangkan potensi desa dalam tiga hal. Pertama, kepemilikan data yang baik (cakupan data, updated, berkualitas) dengan mendampingi pembuatan profil desa tahun 2012 dan pelembagaan sistem administrasi dan pelaporan desa. Kedua, peningkatkan pelayanan pendidikan dasar pendidikan usia dini (PAUD). Ketiga, peningkatan pelayanan kesehatan dasar terutama masalah kesehatan lanjut usia.
Berbeda dengan di Desa Jatimulyo yang asesmen PAUD difokuskan pada masalah tatakelola dan perangkat pembelajaran, di Desa Guwosari fokus pada masalah edukasi nutrisi di lingkungan PAUD.
Persiapan kegiatan pendampingan PAUD di Desa Guwosari ini diawali dengan diskusi internal Tim Pendamping pada Minggu (22/09/2013) mengenai rencana pemberian materi Training of Trainers (TOT) Edukasi Nutrisi yang akan diberikan One Earth Integral Education Foundation selama 8 kali pertemuan setiap hari Jum’at. Selanjutnya pada Kamis (26/09/2013) Ruang Meeting lantai 2 SurveyMETER digelar presentasi mengenai Edukasi Nutrisi oleh One Earth Integral Education Foundation yang dihadiri Tim Pendamping, yaitu Kamtiningsih, Fita Herawati, Setyo Pujiastuti, Nasiruddin, dan Okie Judhijanto. Sementara pemateri dari One Earth Integral Education Foundation adalah dr Djoko Pramono MM, Ardi dan Anisa Mira Fauziah SE.
Program Edukasi Nutrisi yang diperkenalkan oleh One Earth Integral Education Foundation adalah tawarkan edukasi yang berbasis empat tema yang menjadi satu paket program. Tema pertama, Aku dan Diriku yang berisi materi kebersihan, sumber nutrisi, komposisi nutrisi. Tema kedua, Aku dan Sekitar. Pada tema ini anak mulai belajar mengenai informasi nutrisi (misalnya; lebih banyak asupan sayur buah, mengurangi asupan gula dan soda, pemenuhan kebutuhan air tubuh) dan berbasis nilai (disiplin makan menu sehat seimbang, peduli sesama, memilah makanan yang sehat dan tidak).
Tema ketiga, Aku dan Dunia yang berisi informasi nutrisi (asupan kalori, asupan kalsium, snack sehat), berbasis nilai (kesepahaman saling mengerti bahwa; aku anak, anak tumbuh, aku tumbuh kalsium, menu sehat), kerjasama, dan pengorbanan. Tema keempat Warga Dunia, yang diharapkan anak-anak sudah mempraktekkan mengenai informasi nutrisi (zat besi, kerjasama anak dan orang tua dalam menyiapkan menu sehat, kesadaran anak terhadap asupan menu sehat), berbasis nilai (perhatian satu sama lain, melayani sesama, dan percaya diri (setelah semua informasi nutrisi diberikan dan nilai-nilai diharapkan tumbuh percaya diri).
Penyampaian materi parenting kepada orang tua melalui pemamaparan materi, peragaan, latihan, dan pemberdayaan diri. Sementara kepada anak-anak disampaikan melalui media gerak dan lagu (menggunakan alat musik, dengan lagu-lagu yang mereka kenal), story telling, dolanan anak nusantara, games, latihan, menempel gambar, dan mewarnai.
Persiapan selanjutnya, pada Kamis (10/10/2013) Tim Pendamping SurveyMETER melakukan sosialisasi kegiatan pelatihan TOT Edukasi Nutrisi kepada pendidik PAUD di Desa Guwosari. Acara sosialisasi ini digelar di Pendopo Balai Desa Guwosari, dibuka langsung oleh Kepala Desa Guwosari, Bapak Suharto.
Dalam sosialisasi ini hadir 15 orang pengelola PAUD perwakilan 12 PAUD dari 18 PAUD yang ada di Guwosari. Pada akhir sosialisasi diputuskan bersama bahwa semua PAUD yang hadir (12 PAUD) akan mengikuti pelatihan. Setiap PAUD mengirimkan 2 pendidik, 1 orang tua dan 1 anak. Pelatihan akan diselenggarakan setiap hari Jum’at jam 08.00-10.30 mulai tanggal 25 Oktober 2013, bertempat di Pendopo Balai Desa Guwosari. (JF)
Program Pendampingan PAUD di Desa Jatimulyo
Selasa, 08/10/2013Jatimulyo, Dlingo, Bantul

Mendampingi Perbaikan Tatakelola dan Perangkat Pembelajaran PAUD
Program Pendampingan Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo dan Desa Guwosari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul yang dimulai Desember tahun 2012 lalu terus berjalan. Beberapa pekan kedepan, program pendampingan Pembuatan Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) di kedua desa akan selesai. Sementara program pendampingan PAUD di kedua desa memasuki serangkaian kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari asesmen keadaan sejumlah PAUD tersebut. Bedanya, di Desa Jatimulyo asesmen PAUD difokuskan pada masalah tatakelola dan perangkat pembelajaran, sementara di Desa Guwosari fokus pada masalah edukasi nutrisi di lingkungan PAUD.
Diantara masalah utama yang ditemukan dari proses asesmen PAUD di Desa Jatimulyo adalah pengelola PAUD belum memiliki program perencanaan yang bisa mendukung perangkat pembelajaran. Untuk merencanakan kegiatan pendampingan terkait masalah tersebut, pada tanggal 20 September lalu, Tim Pendamping SurveyMETER mengadakan sharing dan konsultasi mengenai program perencanaan perangkat pembelajaran PAUD dengan Kepala PAUD Nur’aini, Ibu Kis Rahayu yang juga sebagai ketua Pusat Unggulan PAUD Terpadu Provinsi DIY. PAUD Nur’aini merupakan salah satu PAUD unggulan dan favorit ini di Daerah Istimewa Yogyakarta dimana Ibu Kis Rahayu adalah PAUD Nur’aini ini menjadi tujuan studi banding PAUD dari berbagai daerah di Indonesia.
Hasil konsultasi tersebut tergambar bagaimana dengan melalui pendidikan dan latihan yang terpadu pengelola PAUD bisa menguasai beragam masalah meliputi; kurikulum baku PAUD, perencanaan pembelajaran, komunikasi dengan anak, gizi anak, bagaimana bermain yang mendidik, dan mengenal ADK.
Selanjutnya Tim Pendamping SurveyMETER yang dikoordinir oleh Fita Herawati STP bersama Direktur Eksekutif SurveyMETER, Dr Ni Wayan Suriastini MPhil, pada tanggal 28 September, melakukan kunjungan dan observasi terhadap PAUD Anak Merdeka di Dusun Tegalawas Desa Jatimulyo. Tujuannya, untuk melihat langsung sejauh mana kegiatan pembelajaran PAUD yang sudah berjalan. Selain itu pada kunjungan ini juga dilakukan wawancara langsung dengan 4 guru KB PAUD Anak Merdeka, 1 orang wali murid, serta wawancara dengan istri kepala desa untuk mengetahui gambaran pelayananan kesehatan ibu dan balita di desa ini.
Paska dua kegiatan tersebut, Tim Pendamping SurveyMETER melakukan diskusi untuk perencanaan kegiatan lanjutan yaitu pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi guru dari keenam PAUD tersebut. Diklat tersebut akan dilakukan berjenjang yaitu tanggal pada 28 Oktober, 14 November, dan 21 November.
Pada tanggal 5 Oktober kemarin Tim Pendamping SurveyMETER melakukan sosialisasi rencana kegiatan Diklat tersebut sekaligus memastikan komitmen guru dari keenam PAUD tersebut untuk berpartisipasi penuh. Hasil dari kesepakatan ada 7 PAUD yang berkomitment untuk mengikuti pelatihan pada periode ini yaitu: PAUD Jambu, Semangka, Apel 1, Manggis, Mangga, Anak Merdeka dan Apel 2. Berhubung kapasitas hanya 6 PAUD maka Apel 1 akan ikut pada pelatihan berikutnya. Pada pertemuan ini juga dilakukan Theory of Change (TOC) dengan semua pendidik PAUD yang hadir, mengenai pertanyaan apa tujuan dari penyelenggaraan PAUD di desa ini? Para pendidik PAUD menyatakan bahwa tujuan dari PAUD adalah untuk mendidik anak menjadi anak yang pintar, cerdas, mandiri, kreatif, inovatif, pemberani, dasar berakhlak, mulia, disiplin dan sopan santun (TPA/JF)