Survei Pengguna Trans Jakarta Guna Meningkatkan Partisipasi Pekerja Perempuan di Jakarta (TransKerja)

Rabu, 22/02/2017Jakarta

causes

SurveyMETER atas kerja sama RAND Corporation dan The Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) melaksanakan Survei Pengguna Trans Jakarta  Guna Meningkatkan Partisipasi Pekerja Perempuan di Jakarta atau Survei TransKerja. Pengumpulan data lapangan baseline survey ini dilaksanakan secara bertahap sejak 17 Januari lalu hingga Maret 2017 nanti. Rangkaian tahap studi dilakukan sejak pertengahan 2016 termasuk pilot studi dilaksanakan pada September di tahun tersebut.

Pendekatan yang akan digunakan dalam survei ini adalah mix method, paduan metode kuantitatif dan kualitatif. Studi dilakukan pada tiga komponen yaitu survei rumah tangga, wawancara mendalam (in-depth), dan survei penumpang. Pengumpulan data menggunakan sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dengan memakai laptop (survei rumah tangga) dan tablet (survei penumpang).

Survei ini bermaksud meningkatkan pemahaman dasar tentang peran sistem transit dalam perilaku tenaga kerja perempuan. Secara umum studi bertujuan untuk menambah pengetahuan secara substantif mengenai dampak infrastruktur transportasi kepada partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia dan mengidentifikasi reformasi kebijakan untuk transportasi yang dapat meningkatkan hal tersebut.

transkerjaSecara spesifik studi memiliki empat tujuan yaitu untuk: mengetahui bagaimana perempuan menggunakan pelayanan jasa bus (bus rapid transit (BRT) dan bus lainnya) di DKI Jakarta; mengetahui bagaimana mobilitas difabel dalam mengakses pelayanan dan fasilitas serta pemanfaatan pelayanan bus yang telah ada (BRT dan bus lainnya) di DKI Jakarta; mengetahui pendapat mengenai kualitas dari jasa pelayanan transportasi publik saat ini; mengetahui perbaikan seperti apa yang dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dan juga difabel dengan fokus sepanjang koridor 6 yang telah dalam perencanaan perbaikan telah dalam waktu dekat.

Survei rumah tangga dilakukan untuk mengumpulkan informasi kuantitatif secara rinci tentang pekerja perempuan, perilaku para omuter, dan karakteristik sosio-demografis. Wawancara mendalam dengan menggunakan instrument kualitatif tidak terstruktur dirancang untuk memperoleh informasi kontekstual tentang kendala yang dihadapi perempuan dan kelompok difabel di Jakarta serta menceritakan kisah di balik temuan empiris.

Survei penumpang (rider) dilakukan dengan mewawancarai penumpang transit di halte sampel dengan fokus tentang sistem BRT. Terutama pada persepsi penumpang tentang keselamatan dan keamanan dan pandangan mereka terkait kemungkinan perbaikan yang bisa dilakukan. (JF)