Forum Nasional IV Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia

Rabu, 11/09/2013Kupang, Nusa Tenggara Timur

causes
Para peneliti SurveyMETER di Forum Nasional IV Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia yang digelar 4-7 September di Kupang (Foto: NAS/SM)

Empat Peneliti SurveyMETER Mempresentasikan Makalah

Semakin besarnya permasalahan di bidang kesehatan tidak mungkin dan tidak bisa hanya ditangani oleh Kementerian Kesehatan RI dan jajarannya saja. Masalah keterbatasan sumber daya manusia dari Kementerian Kesehatan sementara waktu dan kondisi yang menuntut penyelesaian sesegera mungkin menjadi salah satu di antara sekian penyebabnya. Untuk itu diperlukan bantuan berupa masukan, pemikiran, atau usulan kebijakan-kebijakan dari berbagai kalangan seperti pakar kesehatan, akademisi, petugas kesehatan, dan pemerhati kesehatan lainnya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan diadakan suatu pertemuan yang dapat menghasilkan masukan atau usulan kebijakan kesehatan di Indonesia.

JKKI Kupang_2
Presentasi makalah Sunar Indriati, SH.

Untuk menjawab semua kebutuhan tersebut digagas kegiatan FORUM NASIONAL IV JARINGAN KEBIJAKAN KESEHATAN INDONESIA dari 4-7 September 2013 lalu di Hotel On The Rock, Hotel grand Mutiara, dan Hotel Swiss Bell Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini di hadiri oleh Direktur Bina Kesehatan Ibu Kementerian RI, Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan RI, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kepala Dinas Propinsi NTT, Kepala Dinas Provinsi DIY, Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah, AUSAID HSS, PKMK UGM, P2K3 Undana, IAKMI Cabang NTT, serta para akademisi dan pemerhati masalah kesehatan nasional.

Tujuan dari forum ini untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan mengenai masalah kesehatan nasional yang terfokus pada tiga isu yaitu membahas evaluasi kebijakan MDG 4 dan MDG5 di Indonesia, membahas isu kebijakan terkait dengan Non Communicable Disease dan AIDS dalam konteks BPJS, dan memberikan masukan kepada pengambil kebijakan kesehatan dalam kebijakan pengurangan jumlah kematian ibu dan bayi, BPJS, dan AIDS. Setiap sesi forum diarahkan untuk menyoroti tiga isu tersebut.

Di antara banyak sesi tersebut, pada hari ketiga tanggal 6 September merupakan sesi penuh untuk simposium dan presentasi abstark makalah dari ratusan peserta forum. Seluruh abstrak makalah diklasifikasikan untuk menyoroti 3 topik kebijakan yang akan di bawah yaitu mengenai:

  1. Kebijakan KIA yang bertujuan membahas analisis kebijakan dan paket berbagai policy brief sebagai usulan untuk mengatasi stagnasi pencapaian kinerja program.
  2. Kebijakan AIDS yang bertujuan untuk membicarakan berbagai tantangan yang di hadapi dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan AIDS selama ini.
  3. Kebijakan BPJS yang bertujuan untuk membahas kebijakan dan pelaksanaan program BPJS 2014. Pada pertemuan ini fokus pada penyiapan proposal untuk monitoring pelaksanaan BPJS di tahun 2014 secara multi universal.

Selain tiga topik sorotan tersebut puluhan abstrak makalah seputar isu kesehatan juga dipresentasikan dalam forum panel dengan menampilkan beberapa pembahas sebagai pengkritisi. Sebanyak 4 peneliti dari SurveyMETER yang diundang juga mempresentasikan makalah-makalahnya. Semua makalah dari peneliti-peneliti SurveyMETER mengunakan data hasil penelitian yang telah dilakukan SurveyMETER sebagai referensi dan sumber analisa. Keempat presentator dari SurveyMETER tersebut adalah;

  1. Edy Purwanto pada SESI 3.3A: Makalah Bebas Kelompok BPJS, dengan judul makalah “DAMPAK ASKESKIN TERHADAP KUNJUNGAN KE PUSKESMAS/PUSTU DAN RSU PEMERINTAH OLEH INDIVIDU DEWASA: STUDI KASUS DATA IFLS 2000 DAN 2007” oleh  Edy Purwanto dan Fajar Suminto;
  2. Nursuci Arnashanti pada sesi SESI 3.4D: Makalah Bebas Kelompok Kebijakan Gizi dan Imunisasi, dengan judul makalah “FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS PADA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI INDONESIA: STUDI KASUS DARI INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY (IFLS)” oleh Nursuci Arnashanti, Edy Purwanto, Jeffrey A. Sine;
  3. Muhammad Mulia pada SESI 3.4E: Makalah Bebas Kelompok Kesehatan Jiwa, dengan judul makalah “KEBIJAKAN KESEHATAN JIWA PASKA BENCANA: TERAPI PEMERDAYAAN DIRI SECARA KELOMPOK SEBAGAI SEBUAH ALTERNATIF” oleh Ni Wayan Suriastini, Bondan Sikoki, Nur Suci Arnashanti;
  4. Sunar Indriati pada SESI 3.4E Makalah Bebas Kelompok Kesehatan Jiwa, dengan judul makalah “PENILAIAN KEPATUHAN TERHADAP STANDAR KEBIJAKAN NASIONAL UNTUK PELAYANAN KESEHATAN LANSIA DI YOGYAKARTA: PUSKESMAS SANTUN LANJUT USIA” oleh Sunar Indriati, Dwi Oktarina, Kawandiyono Santoso, Bondan S. Sikoki, Jeffrey J. Sine.

Gelaran Forum Nasional IV Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia ini merupakan bagian dari Kongres Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ke VII yang mengambil tema “Politik Membangun Kesehatan Bangsa”. Kongres ini di hadiri oleh Ibu Menteri Kesehatan RI, Bapak Jusuf Kalla, Kepala BKKBN RI, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Walikota Kupang, Ketua AIPTKMI, Pengurus pusat, daerah dan cabang IAKMI, WHO SEARO, Akademisi, Director of helath AusAID, Sekretaris MDG Nasional, Staf Ahli Menteri Kesehatan RI bidang Mediko Legal, Direktur Pelayanan PT ASKES Persero, University of Technologi Sydney dan para pemerhati kesehatan lainnya.

Semua materi, rangkaian acara, dan streamingnya acara FORUM NASIONAL IV JARINGAN KEGIATAN KESEHATAN INDONESIA ini dapat dilihat di:

http://www.kebijakankesehatanindonesia.net/component/content/article/1883.html