Di Surabaya Kesejahteraan Lanjut Usia menjadi Tanggungjawab Pemerintah, Keluarga, dan Masyarakat

Selasa, 16/05/2017Surabaya

causes

Kota Surabaya telah mengupayakan kesejahteraan lanjut usia dengan melaksanakan sejumlah kebijakan khusus yang bertujuan untuk memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktif lansia serta memelihara dan meningkatkan kesejahteraan lansia. Payung hukum kebijakan ini tercantum dalam Perda Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

Hal tersebut disampaikan oleh Febrian dari Bappeko Surabaya dalam acara sosialisasi tim “Studi Komparasi Kemajuan Kota Ramah Lanjut Usia Kota Surabaya” dari SurveyMETER di hadapan 12 OPD/lembaga terkait, pada Jumat (28/04/2017) lalu di Ruang Singosari Bappeko Kota Surabaya. Kegiatan sosialisasi ini juga difasilitasi oleh Bappeko Kota Surabaya.

Selain Bappeko, OPD/badan/lembaga di lingkungan Pemkot Surabaya yang dihadiri adalah Dinas pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Komonikasi dan Informasi, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematuhan Kota (DPUBMP), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Bagian Administrasi Kesejahteraan Kota Surabaya, dan Komda Lansia Kota Surabaya.

Kegiatan sosialisasi berjalan interaktif. Setelah Setyo Pujiastuti MSi dari tim studi SurveyMETER mempresentasikan “Mewujudkan Komunitas Ramah Lanjut Usia”, perwakilan masing-masing dinas, badan, dan lembaga menanggapi sosialisasi dengan memaparkan program kegiatannya yang dilanjutkan dengan dialog interaktif. Oleh tim studi, sosialisasi ini memang didesain menjadi media penggalian data studi yang merupakan lanjutan dari Studi Asesmen Kapasitas Kota Ramah Lanjut Usia tahun 2013.

Setyo menyebutkan mengacu hasil studi 2013, dalam mencapai kota ramah lanjut usia Kota Surabaya memiliki skor 46,3, cukup jauh dari angka nasional 42,9 dari kemungkinan skor 100. Dengan capaian tersebut Surabaya sudah menjadi salah satu dari sedikit kota yang terdepan dalam mewujudkan kota ramah lanjut usia.

Dalam paparannya Febri menyampaikan ada beberapa peraturan sebagai landasan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di Kota Surabaya antara lain Peraturan Menteri Dalam Negeri No.60 Tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Komisi Daerah Lanjut Usia dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penangan Lanjut Usia di Daerah, Perda Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Keputusan Walikota 188.45/612/436.1.2/2014 Tentang Komisi Daerah Lanjut Usia Kota Surabaya Tahun Masa Jabatan 2014-2016 (sekarang sudah diupdate). Menurut Febri sebenarnya secara ekplisit tanpa adanya peraturan itu pemerintah Kota Surabaya sudah mulai melakukan peningkatan kesejahteraan lansia supaya lansia merasa nyaman dan aman.

Adanya Perda Nomor 3 Tahun 2014 tersebut menjadi langkah penting Kota Surabaya dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan kota ramah lanjut usia. Di pasal 5 Perda tersebut disebutkan setiap lansia memiliki hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan ketagwaan terhadap Tuhan yang maha Esa. Sebagai penghormatan dan penghargaan kepada lansia diberikan hak untuk meningkatkan kesejahteraan sosial yang meliputi: pelayanan keagamaan dan mental spiritual; pelayanan kesehatan; pelayanan pendidikan dan pelatihan; kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum; kemudahan dalam layanan bantuan hukum; perlindungan sosial; bantuan sosial. Kemudian pada pasal 7 disebutkan peningkatan kesejahteraan lansia menjadi tanggungjawab bersama pemerintah daerah, keluarga dan masyarakat. 

Sementara program/kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial adalah ada karang werda, pemberian makanan secara rutin kepada lansia tidak mampu (program permakanan), dan pondok sosial khusus untuk lansia yang membutuhkan. Mulai tahun 2017 Dinas Sosial tandem dengan Dinas Pendidikan melibatkan purnawirawan untuk mengisi satu atau beberapa jam mengajar di PAUD. Dinas Kesehatan memiliki program posyandu lansia, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi lansia 4 kali sebulan, dan puskesmas santun lansia. Dinas Kesehatan juga mengadakan jambore lansia secara periodik dengan banyak menu perlombaan seperti lomba senam, kesehatan dan lainnya yang bisa diikuti oleh semua lansia. Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga memiliki program jaminan kesehatan bagi lansia tidak mampu yang belum tercakup dalam jaminan kesehatan dari pemerintah pusat.

DKRTH menyebutkan di Kota Surabaya sudah banyak taman sebagai ruang terbuka hijau. Meskipun sebenarnya hampir semua taman dibangun untuk semua kalangan umur tetapi sudah disiapkan akses dan fasilitas untuk lansia. Sementara Dishub menyampaikan terlepas dari fisik halte dan kendaraan umum telah memberi himbauan untuk medahulukan para penumpang ibu hamil, anak-anak, disabel dan lansia. Pedestrian sudah dibuat ramah disabel dan lansia. Dishub juga memasang pathok pengaman di pedestrian supaya tidak dilalui oleh kendaraan bermotor atau untuk parkir. Setiap hari Dishub melakukan penertiban pengguna kendaraan yang parkir di pedestria supaya pengguna pedestrian/pejalan kaki tidak terganggu, merasa nyaman dan aman.

Pada akhir pertemuan Febri menyatakan bahwa Pemerintah Kota mengupayakan semua fasilitas publik itu ramah bagi. “Jadi pemerintah Kota Surabaya menyiapkan bagaimana anak dan lansia itu nyaman, semuanya,” tutur Febri.

Hingga akhir masa pengumpulan data pada 15 Mei kemarin, tim studi berhasil menggali informasi dari OPD dan lembaga terkait di Kota Surabaya. Yaitu dari Bappeko, Bagian Kesra, Dinas PU dan Bina Marga, Dinas Perhubungan, DKRTH, BK2S Jatim, Dinas Pengelolaan Lahan dan Bangunan, DP5A, Karang Werdha, serta indepth interview dengan Pemerhati Kelanjutusiaan Surabaya, Prof Dr Jatie K Poedjibudojo SU, Psi dari Universitas Surabaya. (SP/JF)