Survei Upaya-upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (SUPEKMI) 2015

Minggu, 23/08/2015SurveyMETER

causes

Training asisten pewawancara

SurveyMETER melaksanakan Survei Upaya-upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (SUPEKMI) 2015. Survei ini terselenggara atas kerja sama SurveyMETER dengan The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) atas support Bank Dunia dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pengumpulan data lapangan dilakukan mulai pertengahan Agustus hingga Akhir Oktober 2015.

Wawancara dilakukan melalui sambungan telpon seluler sehingga studi ini dikenal sebagaiĀ Phone Survey. Setelah melalui tahap training pembekalan studi, semua asisten lapangan (pewawancara) menelpon responden penguna twitter dari salah satu hotel di Yogyakarta.

Field practice

Survei ini merupakan studi atas peran penting World Bank dalam menjalankan agenda pemberantasan kemiskinan di Indonesia termasuk di dalamnya persoalan kelengkapan imunisasi anak. Atas permintaan dari Kantor Utusaan Khusus Presiden untuk Millennium Development Goals serta kerjasama dengan Stanford University, J-PAL, dan Microsoft Research, World Bank berusaha untuk melengkapi cakupan imunisasi dengan menggunakan kekuatan media sosial dan dukungan dari orang-orang berpengaruh di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk melihat apakah diseminasi dari pesan sosial melalui twitter bisa berdampak positif dan signifikan terhadap perilaku positif sosial seperti perilaku memberikan imunisasi untuk anak.

Tujuan utama dari survei ini adalah untuk mengetahui kurangnya imunisasi dasar lengkap bagi anak dapat apakah sosialisasi dan kampanyenya dapat diupayakan dengan meminta orang berngaruh Indonesia untuk menyebarkan pesan pro-imunisasi pada platform media komunikasi sosial yang populer (twitter). Survei ini juga akan mencari informasi apakah perhatian pengguna twitter pada sosial media yang diwujudkan pada tindakan nyata merupakan cara yang relatif murah dalam menghasilkan aksi publik.

Target sampel responden survei telepon ini mewawancarai 11.000 rumah tangga pengguna twitter di Indonesia. Sebelumnya, proyek ini telah meminta sekitar 30 selebritis dan orang berpengaruh di Indonesia yang untuk men-tweett pesan yang mengajak peserta untuk mengikuti studi. Sejumlah responden diambil sebagai sampel dari daftar peserta (pengguna twitter) yang merespon (mere-twett) pesan tersebut. Selanjutnya, pengguna twitter yang merespon pesan tersebut dijadikan sebagai responden untukĀ endline survey. (JF)