Saatnya Aktifkan Perubahan Perilaku Pemberian ASI dan Intervensi


Author : Wayan Suriastini | Dani Alfah | Bondan Sikoki | Roni Hermoko | LIStiono | Iip Umar Rifa’i | Dhanang PrasetyaKamis, 08/10/2020SurveyMETER

Sebelum pandemi COVID19, Indonesia sudah menjadi salah satu negara dengan beban stunting dan gizi buruk tertinggi di dunia. UNICEF memprediksi pandemi COVID-19 berpotensi memperburuk beban malnutrisi pada anak-anak Indonesia akibat pola makan yang tidak seimbang.

SurveyMETER melakukan survei telepon dilakukan oleh SurveyMETER di salah satu kecamatan di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juni-Juli 2020—dengan dukungan Knowledge Sector Initiative—untuk mengetahui pola makan anak balita pada saat pandemi COVID19. Survei ini berhasil mendata 1.321 balita dengan kelompok umur 25-45 bulan sebanyak 62% dan kelompok umur 6-24 bulan 38%. 

Hasil survei menunjukkan presentase balita usia 6-24 bulan yang tidak pernah mengkonsumsi ASI masih relatif tinggi pada masa pandemi yaitu 23%. Padahal kesadaran orang tua merupakan kunci keberhasilan dalam pemberian ASI selama dua tahun untuk mendukung 1.000 hari pertama kehidupan dan tentu saja membutuhkan dukungan dari keluarga, lingkungan dan masyarakat.

Selengkapnya hasil studi berupa ringkasan dan Research Brief dapat dibaca dan diunduh di sini.