Survei Akses Jasa Keuangan (SAJAK)

Kamis, 05/01/2017SurveyMETER

causes

Dengan dukungan Bank Dunia, SurveyMETER melaksanakan penelitian lapangan Survei Akses Jasa Keuangan. Survei dilakukan untuk mengevaluasi program Project Greenback 2.0 di Indonesia kerja sama Bank Dunia dengan BI, OJK, dan BNP2TKI yang pilot project-nya dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Lombok Timur ditunjuk sebagai wilayah pelaksanaan Project Greenback 2.0 karena tingginya jumlah pekerja migran dari kabupaten ini yang bekerja di Malaysia, yang diikuti dengan tingginya jumlah kiriman uang yang masuk ke kabupaten ini.

Proyek Greenback 2.0 bertujuan untuk mendorong pengembangan sistem pengiriman uang yang transparan dan efisien baik untuk pengiriman uang domestik maupun internasional, yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian lokal dengan melalui perluasan akses dan penggunaan layanan perbankan.

Survei lapangan akan dilakukan di tiga desa terpilih di Kabupaten Lombok Timur dengan target mewawancarai 2000-3000 rumah tangga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan sistem Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Proses kegiatan lapangan dimulai dengan pelatihan calon asisten peneliti pada 27-28 Desember 2016 lalu. Tim studi mulai turun lapangan untuk melakukan wawancara pengumpulan data pada 3 Januari 2017 kemarin dan akan berakhir beberapa minggu kemudian. Sebelum rangkaian tersebut tim studi SurveyMETER telah melakukan pretest (uji coba instrumen) di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Secara spesifik survei ini bertujuan untuk mengumpulkan data pada tingkat rumah tangga mengenai pengetahuan dan pemanfaatan produk dan jasa perbankan. Analisa terhadap data baseline yang dikumpulkan melalui survei ini akan digunakan untuk membantu merancang program intervensi untuk meningkatkan pengetahuan rumah tangga terhadap produk dan jasa perbankan; meningkatkan pemanfaatan rumah tangga atas produk dan jasa perbankan serta meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga; dan melaksanakan program monitoring dan evaluasi atas program intervensi tersebut. (JF)