Kota Payakumbuh menjadi Contoh dalam Program Kota Ramah Lanjut Usia

Rabu, 31/05/2017Kota Pakayambuh

causes

SurveyMETER melakukan studi independen untuk melihat kemajuan Kebijakan Kota Ramah Lanjut Usia di Kota Payakumbuh. Studi ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai perkembangan kebijakan kota ramah lanjut usia paska dilakukan Studi Asesmen Kota Ramah Lanjut Usia tahun 2013 yang ditindaklanjuti dengan dan diseminasi hasilnya dari 2013 hingga akhir tahun 2016.

Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada 22 hingga 26 Mei 2017. Pengumpulan data lapangan diawali dengan sosialisasi kegiatan kepada lembaga dan pemangku kepentingan kelanjutusiaan di Pemerintah Kota Payakumbuh pada Senin (22/05/2017) di Ruang Rapat Bappeda Kota Payakumbuh. Kegiatan sosialisasi yang dilanjutkan dengan wawancara mendalam ini diikuti oleh pejabat terkait dari Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Komda Lansia, Organisasi Adat, dan Forum Kota Sehat Kota Payakumbuh.

Paparan sosialisasi dari SurveyMETER disampaikan oleh tim peneliti Sukamtiningsih M.Hum dan Ginanjar Dwi Pratiwi S.Si. Materi sosialisasi berisi ulasan hasil studi Asesmen Kota Ramah Lanjut Usia tahun 2013 serta kampanye bersama untuk mewujudkan komunitas ramah lanjut usia sebagaimana yang sedang diprogramkan oleh kota-kota lain.

Disampaikan Kamti, berdasar hasil studi 2013 (sebagaimana telah disampaikan saat diseminasi tahun 2013 lalu), upaya mencapai kota ramah lanjut usia tahun 2030—yang mengacu 95 indikator penilaian dalam 8 dimensi kota ramah lanjut usia yang disusun WHO—Kota Payakumbuh sudah memiliki skor 55,1 dari kemungkinan skor 100. Jauh di atas skor nasional 42,9. Dengan capaian tersebut Payakumbuh menjadi satu dari sedikit kota yang sudah terdepan menuju kota ramah lanjut usia.

Karena kenyataan tersebut Payakumbuh sering menjadi rujukan kota-kota lain dalam program kelanjutusiaan. Hal ini juga yang menjadi pertanyaan tim studi dalam mengumpulkan data. Sebenarnya apa saja yang telah dilakukan Payakumbuh?

Peserta sosialisasi sangat antusias dalam menanggapi paparan yang disampaikan tim studi. Rivetra Hayati, Kasi Kesejahteraan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, menyebutkan banyak program layanan kelanjutusiaan yang telah dilaksanakan Dinas Kesehatan. Antara lain Senam Lansia, Posbindu, serta Sosialisasi dan Pelatihan yang diikuti kelompok lansia bekerjasama dengan dinas sosial. Menurut Hayati di Kota Payakumbuh terdapat 75 kelompok lansia yang masing-masing mempunyai kepengurusan sendiri. Kegiatan Posbindu dan Senam Lansia rutin dilakukan setiap bulan di masing-masing kelompok. Di beberapa kelurahan kegiatan Posbindu digabung dengan Posyandu balita karena adanya program mendongeng lansia kepada balita. Lansia perempuan sangat antusias mengikuti kegiatan Posbindu yang diantaranya berupa pemeriksaan kesehatan. Namun, lanjut Hayati, lansia laki-laki kebanyakan berpikiran posbindu adalah kegiatan perempuan maka jarang yang mau datang ke acara tersebut. “Dinas Kesehatan Payakumbuh mempunyai pemikiran untuk menarik minat lansia laki-laki Posbindu diadakan di kedai-kedai atau dimasjid setelah selesai ibadah jum’at,” tutur Hayati.

Dengan Samsuar Maryuki, Penasehat Komda Lansia Kota Payakumbuh

Selain itu, pemerintah kota juga melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang digelar sekali setiap bulan di masing-masing kelurahan. Tema sosialisasi selalu berganti setiap bulan. Di antaranya tentang kesehatan, psikologi dan agama. Sementara materi pelatihan seperti pelatihan mendongeng dan pengolahan barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis.

Sementara Kepala Bidang PPJS Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Ibu Aswad, mengungkapkan Dinas Sosial konsentrasi dalam pemberian bantuan ekonomi bagi lansia potensial serta penanganan lansia bermasalah. Seperti pemberian bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang dilakukan sejak 2013, pemberian ASLUT sejak 2011, dan pemberian bantuan makanan tambahan sejak 2016.

Helmi selaku Sekretaris Komda Lansia Kota Payakumbuh mengemukakan tentang kegiatan komda lansia di kota Payakumbuh ini. Kegiatan yang dilakukan komda lansia antara lain senam, pengajian, Posbindu, Rekreasi , Sosialisasi dan Pelatihan. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali untuk senam dan pengajian yang dilakukan di kelurahan masing-masing dan lansia di masing-masing kelurahan sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Setelah sosialisasi tersebut, Tim Studi berhasil mengumpulkan informasi lebih jauh mengenai kemajuan kebijakan kota ramah lanjut usia di kota ini dari pejabat terkait di Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas PU, Dinas Pariwisata, Forum Adat, Komda Lansia, dan Dinas Kominfo.(GDP/JF)