Bagaimana Lalu Lintas Jakarta Memengaruhi Pendapatan Pasar Tenaga Kerja Perempuan dan Penyandang Cacat: Hasil Survei Baseline

Kamis, 21/12/2017SurveyMETER

causes

Selama lebih dari dua dekade, partisipasi angkatan kerja perempuan atau female labor force participation (FLFP) di Indonesia terhitung rendah, sekitar 51 persen, dibandingkan 84 persen tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki. Salah satu hambatan supaya FLFP lebih besar di kota-kota adalah biaya transportasi perkotaan. Jakarta memiliki lalu lintas terburuk di dunia, dan transportasi kota besar atau biaya perjalanan meningkatkan waktu yang dibutuhkan perempuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Jika investasi angkutan umum mengurangi biaya perjalanan, mereka dapat menghasilkan penghematan waktu yang dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan, memperluas mobilitas perkotaan, dan membuat perempuan lebih produktif dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Pada bulan September 2016, Kemitraan Australia Indonesia untuk Tata Kelola Ekonomi atau the Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) menugaskan SurveyMETER dan RAND Corporation untuk melakukan survei dasar untuk menilai tingkat masalah transportasi yang saat ini dihadapi oleh perempuan dan penyandang disabilitas yang dapat mempengaruhi hasil pasar tenaga kerja mereka. Ketika dikombinasikan dengan survei di masa depan, data dasar ini dapat memungkinkan penilaian dampak dari program transportasi publik di masa depan tentang FLFP dan tujuan terkait gender dan disabilitas lainnya. Laporan proyek akhir ini meninjau literatur tentang FLFP dan biaya perjalanan, menjelaskan pendekatan SurveyMETER dan RAND untuk merancang survei, dan merangkum temuan-temuan utama dari data dasar.

Laporan lengkap penelitian dapat diunduh di sini