Program Cerita Kehidupan Perlu Diadopsi oleh Sekolah-Sekolah: Program Terbukti Memperbaiki Pengetahuan, Sikap dan Tingkah Laku Siswa pada Lanjut Usia


Author : Ni Wayan Suriasni, Bondan Sikoki, Titis Putri Ambarwati, dan Nadia FitrianiJumat, 03/11/2017SurveyMETER

Tahun 2013 lalu, SurveyMETER dan CAS UI melakukan Studi Asesmen Kota Ramah Lanjut Usia di 14 kota di Indonesia. Hasil studi tersebut menunjukkan upaya yang belum maksimal dalam mewujudkan kota dan komunitas ramah lanjut usia. Dari 95 indikator di 8 dimensi Kota Ramah Lanjut Usia terbitan WHO yang menjadi acuan penilaian studi, masih banyak yang harus diperbaiki. Salah satu indikator yang masih berwarna merah (skor rendah) terdapat pada Dimensi Penghormatan dan Inklusi Sosial yaitu “Sekolah memberikan kesempatan untuk mempelajari tentang lansia dan melibatkan lansia dalam kegiatan sekolah”.

Berlatar belakang hasil studi tersebut SurveyMETER melakukan Studi Pengetahuan, Sikap dan Tingkah Laku Anak Sekolah pada Lanjut Usia dengan intervensi pilot Program Cerita Kehidupan. Data studi diambil pada saat sebelum (baseline) dan sesudah (endline) program. Program tersebut dimakudkan untuk memotret kreativitas dan pelayanan siswa umur 10-17 tahun (SD, SMP, SMA/SMK) sebagai generasi muda dalam menghormati lanjut usia dengan cara menuliskan dan menceritakan kehidupannya. Siswa ditugaskan untuk mengunjungi seorang satu lanjut usia yang bukan nenek atau kakeknya dalam 3 kali kunjungan. Mereka diorong untuk mengenal, ‘ngobrol’ (berinteraksi), dan menghabiskan waktu bersama dengannya sehingga dapat menuliskan cerita bermakna tentang lanjut usia serta berbagi cerita tersebut di komunitasnya. Program ini pertama kali dikembangkan di New Jersey, USA pada tahun 2012. Tujuannya adalah agar pengetahuan lanjut usia dan pengalaman hidup mereka dapat diketahui dan dihargai serta dapat menginspirasi dan mencerahkan generasi muda.

Dalam pilot program ini SurveyMETER melibatkan 7 sekolah di Kecamatan Pajangan (SDN Kembang Putihan, SDN Iroyudan, SDN Guwosari, SMPN 1 Pajangan, SMPN 3 Pajangan, SMAN 1 Pajangan, dan SMKN Pajangan) Kabupaten Bantul. Siswa yang dilibatkan adalah siswa kelas 5 untuk SD, kelas 8 untuk SMP, 11 untuk SMA. Program ini di sebagian besar sekolah diintegrasikan dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Sebelum siswa melaksanakan tugas lapangannya, tim dari SurveyMETER memberikan pembekalan mengenai apa yang harus mereka lakukan, apa yang harus mereka tulis, bagaimana berbincang dengan lanjut usia, dan seterusnya. SurveyMETER juga menggandeng guru mata pelajaran dalam mendorong dan mengarahkan mereka.

Bagaimana hasil pilot studi tersebut? Sajian lengkap dalam bentuk policy brief dapat di unduh di sini