Site Title

  • Language

Diseminasi Hasil Studi Demensia kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X

Judul : Diseminasi Hasil Studi Demensia kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X
Pelaksanaan : 15.08.2016 - 15.08.2016
Lokasi : Ruang Gardi Komplek Kantor Kepatihan Yogyakarta
Kategori : Pelatihan

Diseminasi hasil Studi Demensia di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ke-3 disampaikan kepada Pemerintah Provinsi DIY melalui Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X serta 3 Kepala Dinas/SKPD terkait. Acara berlangsung di Ruang Gardi Komplek Kantor Kepatihan Yogyakarta, Senin (15/08/2016). Beberapa minggu sebelumnya telah dilakukan diseminasi kepada Pemkab Kulon Progo dan Pemkab Gunungkidul.

Tiga kepala dinas/SKPD terkait yang hadir adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Drs Tavip Agus Rayanto MSi; Kepala Dinas Sosial DIY, Drs Untung Sukaryadi MM; dan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Drg Pembayun Setyaningastutie MKes. 

Sementara dari SurveyMETER selain Ni Wayan Suriastini sebagai Direktur Eksekutif yang juga peneliti utama studi ini, turut mengikuti kegiatan hadir staf peneliti lain yaitu: Teguh Yudo Wicaksono, Dani Alfah, Kamtiningsih, Endra Dwi Mulyanto, dan Jejen Fauzan.

Materi diseminasi disampaikan dalam bentuk presentasi hasil studi berjudul: Prevalensi dan Faktor Resiko Demensia Hasil Studi Demensia di DI Yogyakarta. Materi tersebut disusun oleh anggota peneliti studi ini yaitu: Ni Wayan Suriastini,  Yuda Turana, Firman Witoelar, Bondan Sikoki, Teguh Yudo Wicaksono, dan Endra Dwi Mulyanto. Presentasi disampaikan oleh Bu Wayan dan Teguh Yudo Wicaksono.

Sultan HB X menyambut positif hasil studi ini. Menurutnya, hasil studi ini merupakan masukan yang berharga bagi Pemerintah DIY dalam “mengopeni” masalah penyakit demensia (pikun) dan permasalahan lanjut usia secara umum di daerah ini.

Studi demensia di DIY ini merupakan studi ilmiah independen dari SurveyMETER atas support dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) melalui Knowledge Sector Initative (KSI). Pengumpulan data lapangan dilakukan pada Desember 2015 hingga Januari 2016.

Studi ini merupakan studi tentang penyakit demensia yang pertama kali dilakukan di Indonesia dengan mengambil pendekatan sampel dari populasi dengan jumlah responden 1976 lanjut usia dan 1415 pendamping (caregiver) di 1500 rumah tangga. Semua responden tersebut berasal dari 100 desa/kelurahan yang tersebar di kabupaten/kota di DIY. (JF)

Not Found